Uncategorized

Skrining Tuberkulosis (TBC) di Balai Pemasyarakatan Kelas I Tangerang

Kegiatan skrining Tuberkulosis (TBC) di Balai Pemasyarakatan Kelas I Tangerang yang diadakan pada tanggal 04 Agustus s/d 05 Agustus 2026 yang dibagi di dua tempat yaitu di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang dan Lapas Kelas I Tangerang. Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam deteksi dini dan pencegahan penyebaran TBC di lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan dilakukan melalui pemeriksaan dan identifikasi pegawai yang memiliki gejala maupun faktor risiko TBC. program skrining ini merupakan upaya untuk mencegah penyebaran penyakit menular dan berharap program ini dapat dilakukan dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi deteksi dini pelayanan kesehatan bagi seluruh pegawai.
Skrining dilaksanakan secara aktif dan berkala dengan melibatkan petugas kesehatan, antara lain melalui wawancara gejala, pemeriksaan kesehatan, serta pemeriksaan lanjutan bagi seluruh Petugas Bapas dan Lapas serta warga binaan. Petugas dan Warga binaan yang memiliki gejala atau hasil skrining yang mengarah pada TBC selanjutnya mendapatkan pemeriksaan diagnostik dan penanganan sesuai ketentuan. Kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat penemuan kasus, mencegah penularan, memastikan pengobatan yang tepat, serta mewujudkan lingkungan Lapas yang sehat dan aman.


skrining Tuberkulosis (TBC) Terintegrasi CKG bagi pegawai Bapas sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan penularan TBC di lingkungan kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan pegawai secara dini serta memastikan adanya tindak lanjut pemeriksaan bagi pegawai yang memiliki gejala atau faktor risiko TBC. Pelaksanaan skrining TBC bagi pegawai Bapas sebagai upaya deteksi dini, pencegahan penularan, serta peningkatan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan di lingkungan kerja. Paket layanan Cek Kesehatan Gratis yang diberikan meliputi pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, tes cepat (rapid diagnostic test/RDT) HIV, skrining TB menggunakan foto rontgen dada.


Pelaksanaan skrining TBC bagi pegawai Bapas sebagai upaya deteksi dini, pencegahan penularan, serta peningkatan kesadaran dan kepedulian terhadap kesehatan di lingkungan kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan pegawai secara dini serta memastikan adanya tindak lanjut pemeriksaan bagi pegawai yang memiliki gejala atau faktor risiko TBC. Sebagai gambaran, penyakit infeksi akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis atau TBC merupakan penyakit mematikan kedua di dunia. Pada tahun 2025, sebanyak 7.972 kasus aktif atau prevalensi sebesar 3,64% dari warga binaan yang tersebar di seluruh lapas/rutan di Indonesia mengidap TBC.
TBC di Indonesia masih menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan dengan tuntas. Hal ini tidak hanya berdampak pada individu tetapi juga terhadap kualitas hidup dan produktivitas masyarakat Indonesia. Melalui sinergi lintas sektor ini, pemerintah berkomitmen untuk memastikan hak kesehatan bagi seluruh masyarakat, termasuk seluruh pegawai terutama dilingkungan Imipas. Ruang yang terbatas dan interaksi membuat penyebaran penyakit menular mematikan menjadi tak terkontrol. Oleh karena itu, cek kesehatan menjadi kunci bagi pengendalian penyakit di lapas/rutan/Bapas agar dampak mematikan dari penularan penyakit tersebut bisa dikurangi dengan pencegahan dan pengobatan yang tepat.

Related Articles

Back to top button